Tuesday, April 9, 2013
Dampak Polusi Udara bagi kesehatan manusia dan lingkungan
1. GANGUAN PERNAFASAN
Kualitas udara yang layak harus tersedia untuk
mendukung terciptanya kesehatan masyarakat
Standar tentang batas-batas pencemar udara secara
kuantitatif diatur dalam baku mutu udara ambient dan
baku mutu emisi.
Berbagai polutan udara dapat menyebabkan gangguan
kesehatan bagi manusia dan makhluk hidup lain antara
lain:
a. Karbon monoksida
Gas CO yang terhirup dapat bereaksi dengan
hemoglobin pada sel darah merah seningga
menghalangi pengangkutan oksigen yang sangat
dibutuhkan tubuh. Efek yang ditimbulkan diantaranya
adalah pusing, sakit kepala, rasa mual, ketidaksadaran
(pingsan), kerusakan otak, dan kematian. Gas CO yang
terhirup dapat pula berdampak pada kulit dan
menyebabkan masalah jangka panjang pada
penglihatan.
Konsentr
asi CO di
udara
(ppm) Konsentray
si COHb
dalam
darah (%) Gangguan pada
tubuh
3 0,98 Tidak ada
5 1,30 Belum begitu
terasa
10 2,10 Gangguan
sistem saraf
sentral
20 3,70 Gangguan pancay
indra
40 6,90 Gangguan fungsi
jantung
60 10,10 Sakit kepala
80 13,30 Sulit bernafas
100 16,50 Pingsan -
kematian
b. Sulfur oksida, nitrogen oksida dan ozon
Gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan ozon pada
konsentrasi rendah dapat menyebabkan iritasi mata
dan saluran pernapasan.
Menghirup ketiga gas tersebut dalam waktu cukup
lama dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronis
seperti bronkitis, amfisema, dan asma. Penyakit-
penyakit ini umumnya ditandai dengan kesulitan
bernapas (sesak) akibat kerusakan organ pernapasan.
Gas-gas ini juga dapat memperparah gagguan
pernapasan yang sedang diderita seseorang.
Sulfur oksida dan ozon dapat membahayakan
kehidupan tumbuhan karena beersifat racun bagi
tumbuhan.
Polutan SOx mempunyai pengaruh terhadap manusia
dan hewan pada konsentrasi jauh lebih tinggi dari pada
yang diperlukan untuk merusak tanaman. Kerusakan
pada tanaman terjadi pada konsentrasi sebesar 0,5
ppm, sedangkan konsentrasi yang berpengaruh
terhadap manusia seperti pada table berikut:
Konsentrasi (ppm) Pengaruh
3 - 5 dapat dideteksi dari
baunya
8 - 12 mengakibatkan iritasi
tenggorokan
20 mengakibatkan iritasi
mata, batuk. Merupakan
kadar maksimum yang
diperbolehkan untuk
kontak dalam waktu
lama.
50 - 100 Merupakan kadar
maksimum yang
diperbolehkan untuk
kontak dalam waktu
singkat
400 – 500 Berbahaya meskipun
kontak secara singkat
Oksida nitrogen memiliki dua macam bentuk yaitu NO
dan NO2. Penelitian terhadap aktivitas mortalitas
kedua komponen tersebut menunjukkan NO2 empat
kali lebih beracun dari pada NO, tetapi No pada
konsentrasi udara ambient yang normal NO dapat
mengalami oksidasi menjadi NO2 yang lebih beracun
terutama terhadap paru-paru.
Oksidan fotokimia seperto ozon dapat menyebabkan
iritasi pada mata. Kontak dengan ozon pada
konsentrasi 1,0 sampai 3,0 ppm selama 2 jam
mengakibatkan pusing yang berat dan kehilangan
koordinasi pada beberapa orang yang sensitive.
Kontak dengan ozon pada konsentrasi sekitar 3,0 ppm
selama beberapa waktu mengakibatkan edema
pulmonary pada kebanyakan orang.
c. Materi partikulat
Materi-materi partikulat yang banyak terdapat di area
pabrik, konstruksi bangunan, dan pertambangan
seperti serbuk batu bara, serbuk kapas, serbuk kuarsa,
dan serat asbes, dapat menyebabkan penyakit paru-
paru. Tingkat keparahan penyakit dapat beragam,
mulai dari peradangan sampai pembentukan tumor
paru-paru.
Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel
dapat menimbulkan bebagai macam penyakit saluran
pernapasan atau pneumoconiosis. Pneumoconiosis
adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan
oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau
mengendap di dalam paru-paru. Partikel yang
berukuran kurang dari 5 mikron tertahan di saluran
pernapasan bagian atas, partikel berukuran 3 sampai 5
mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian
tengah, sedangkan partikel yang berukuran 1 sampai 3
mikron akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru
kemudian menempel pada alveoli. Partikel yang
kurang dari 1 mikron akan ikut keluar saat napas
dihembuskan.
Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis yang banyak
dijumpai di daerah kegiata indutri dan teknologi antara
lain:
1) Silikosis
Silikosis disebabkan oleh pencemaran debu
silica bebas, berupa SiO2 yang terhisap
masuk ke paru-paru, kemudian mengendap
dengan masa inkubasi sekitar 2 sampai 4
tahun. Penyakit silikosis di tndai dengan
sesak napas yang disertai batuk, seringkali
tidak disertai dahak. Bila silikosis sudah
berat, sesak napas akan semakin parah,
kemudian diikuti dengan hipertropi jantung
sebelah kanan yang akan mengakibatkan
kegagalan kerja jantung.
2) Asbestosis
Penyakit asbestosis disebabkan oleh debu
atau serat asbes, yaitu campuran dari
berbagai macam silikat terutama magnesium
silikat. Gejala yang ditunjukkan berupa
sesak napas dan batuk dengan dahak.
Pemeriksaan pada dahak akan menunjukkan
adanya debu asbes dalam dahal tersebut.
Ujung-ujung jari penderitanya akan tampak
membesar atau melebar.
3) Bisinosis
Bisinosis adalah penyakit pneumoconiosis
yang disebabkan oleh serat kapas. Masa
inkubasinya yaitu sekitar 5 tahun, dengan
tanda-tanda awal berupa sesak napas dan
terasa berat pada dada. Pada bisinosis
tingkat lanjut atau berat, biasanya diikuti
dengan penyakit bronchitis kronis dan
mungkin juga disertai dengan emphysema.
4) Antrakosis
Antrakosis adalah penyakit saluran
pernapasan yang disebabkan oleh debu batu
bara. Masa inkubasi antara 2 sampai 4
tahun. Karena pada debu batu bara
terkadang juga terdapat debu silikat,
penyakit antrakosis juga sering disertai
dengan penyakit silikosis sehingga disebut
silikoantrakosis.
Penyakit antrakosis ada tiga macam, yaitu:
* Antrakosis murni
* Silikoantrakosis
* Tuberkolosilikoantrakosis
5) Beriliosis
Beriliosis disebabkan oleh debu logam, baik
berupa logam murni, oksida, sulfat, maupun
dalam bentuk halogenida. Debu logam dapat
menyebabkan nesoparingitis, bronchitis, dan
pneumonitis yang ditandai dengan gejala
sedikit demam, batuk kering dan sesak
napas.
Penyakit beriliosis banyak timbul pada
pekerja industry yang menggunakan logam
campuran berilium, tembaga, seng, mangan,
pada pekerja pabrik fluoresen, pabrik
pembuatan tabung radio, dan pengolahan
bahan penunjang industry nuklir, dengan
masa inkubasi 5 tahun.
Penyakit beriliosis ditandai dengan gejala
mudah lelah, berat badan yang menurun dan
sesak napas.
Materi partikulat lain yang dapat membahayakan
kesehatan adalah timbal. Timbal sangat beracun
(toksik) dan dapat terakumulasi dalam tubuh, serta
menyerang berbagai sistem tubuh, seperti sistem
pencernaan dan sistem saraf, fungsi jantung dan ginjal.
Anak-anak lebih rentan terhadap efek timbal
dibandingkan orang dewasa. Timbal dapat
menyebabkan keterbelakangan mental pada anak-
anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbal
dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada hewan.
d. Asap rokok
Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya
seperti benzo-α-pyrene dan formaldehid yang
berpotensi menimbulkan bermacam-macam penyakit
seperti ganggua pernapasan, penyakit jantung dan
kanker paru-paru.
e. Zat-zat penyebab kanker
zat-zat penyebab kanker antara lain kloroform, para-
diklorobenzena, tetrakloroetilen, trikloroetan, dan
radioaktif (misalnya radon). Zat-zat tersebut
umumnya merupakan jenis polutan udara di dalam
ruangan (indoor air pollutans).
f. Suara
Kontak dengan suara bising dalam waktu lama dapat
menyebabkan kerusakan organ pendengaran yang
bersifat permanen (tuli).
Suara yang dikategorikan menimbulkan kebisingan
berkekuatan di atas 50 dB. Gangguan yang timbul
terutama pada system pendengaran, sedangkan
gangguan lain diantaranya:
* Ketegangan yang pada akhirnya
menyebabkan sulit tidur
* Perubahan tekanan darah
* Perubahan denyut nadi
* Dapat mengganggu janin dalam kandungan
* Kontraksi perut
* Gangguan jantung
* Gangguan ingatan
* Gangguan kejiwaan, strees bahkan gila serta
penyakit-penyakit lain.
g. Bahan radioaktif
Polusi bahan radioaktif berasal dari debu radioaktif
yang berasal dari ledakan bom dan reactor atom.
Bahaya radiasi yang ditimbulkan oleh α, β, γ, serta
partikel neutron hasil pembelahan inti. Dampak polusi
bahan radioaktif, antara lain:
* Terjadinya perubahan struktur zat dan pola
reaksi kimia sehingga dapat merusak sel
tubuh
* Penurunan kemampuan otak
* Penurunan sel darah putih sehingga daya
tahan tubuh menurun
* Kehilangan nafsu makan
* Turunnya berat badan
* Diare dan demam
* Peningkatan denyut jantung
* Pusing-pusing
* Kanker darah (leukemia)
* Kanker tulang akibat konsentrasi Sr dalam
tulang yang mengandung Ca.
2. ASBUT
Istilah asbut (asap kabut) di adaptasi dari bahasa
Inggris smog (smoke dan fog).
Istilah ini muncul sekitar awal abad ke-20, ketika asap
dan kabut tebal tampak di kota London akibat revolusi
industri di kota tersebut.
Berdasarkan jenis polutan penyebabnya, asbut dapat
dibedakan menjadi asbut industri dan asbut fotokimia.
Polutan utama penyebab asbut industri adalah sulfur
oksida dan materi partikulat yang berasal dari
pembakaran bahan bakar fosil oleh industri, warnanya
tampak keabuan. Asbut ini sering terlihat keluar dari
cerobong asap pabrik.
Polutan utama penyebab asbut fotokimia adalah
nitrogen oksida yang berasal dari kendaraan bermotor
dan hidrokarbon yang berasal dari berbagai sumber.
Kedua polutan ini akan mengalami reaksi fotokimia
membentuk ozon. Ozon tersebut dapat bereaksi
dengan berbagai polutan udara lainnya membentuk
ratusan jenis polutan sekunder yang membahayakan
kesehatan. Nitrogen oksida menyebabkan asbut
fotokimia tampak berwarna kecoklatan. Asbut ini
sering terlihat di langit kota-kota besar, seperti
Jakarta.
Asbut dapat mengganggu penglihatan sehingga
menghambat berbagai aktivitas manusia, seperti
penerbangan. Selain itu, asbut juga mengganggu
pernapasan sehingga dapat menyebabkan kematian.
Contoh akibat asbut yang fatal adalah asbut industri
yang terjadi pada tahun 1952 di kota London, yang
menyebabkan kematian 12.000 orang. Di Indonesia,
kasus asbut cukup sering terjadi, misalnya akibat
kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra atau
karena banyaknya pabrik dan kendaraan bermotor di
kota-kota besar.
3. HUJAN ASAM
Hujan sebenarnya secara alami bersifat asam (pH
sedikit di bawah enam) karena CO 2 dengan uap air di
udara membentuk asam lemah yang bermanfaat untuk
melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh
tumbuhan dan hewan. Namun berbagai polutan udara
dapat meningkatkan keasaman air hujan, sehingga
disebut hujan asam.
Hujan asam didefinisikan sebagai hujan dengan pH di
bawah 5,6. Polutan yang menyebabkan hujan asam
adalah nitrogen oksida dan sulfur dioksida. Zat-zat ini
di atmosfer akan bereaksi dengan uap air, membentuk
asam sulfat, asam nitrat, dan asam nitrit yang mudah
larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan
tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah
dan air permukaan.
Dampak dari hujan asam di antaranya adalah:
Mempengaruhi kualitas air permukaan bagi biota yang
hidup di dalamnya. Suatu penelitian menunjukkan terdapat
hubungan yang erat antara penurunan pH dengan penurunan
populasi ikan dan biota air lainnya di perairan.
Merusak tanaman. Hujan asam dapat merusak jaringan
tanaman sehingga menghambat pertumbuhannya dan dapat
menyebabkan kematian.
Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah
sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air
permukaan. Air yang tercemar logam berat jika dikonsumsi
dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Bersifat korosif, sehingga merusak berbagai bahan logam
seperti mobil dan pagar, monumen dan patung atau
komponen bangunan.
Menyebabkan penyakit pernapasan
Pada ibu hamil, dapat menyebabkan bayi lahir prematur
dan meninggal.
4. PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya suhu
rata-rata bumi, akibat efek rumah kaca.
Efek rumah kaca merupakan peristiwa tertahannya
atau terperangkapnya panas matahari di lapisan
atmosfer bumi bagian bawah oleh gas-gas rumah kaca
yang membentuk lapisandi atmosfer.
Gas-gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan
global meliputi berbagai polutan udara, seperti :
Karbondioksida (CO2)
Metan (CH4)
Nitrat oksida (N2O)
Hidrofluorokarbon (HFC)
Klorofluorokarbon (CFC)
Terjadinya peningkatan suhu bumi akan mengakibatkan
mencairnya es di kutub dan meningkatkan suhu air
laut. Dampak lebih lanjut antara lain:
Menambah volume air laut sehingga permukaan air laut
akan naik.
Menimbulkan banjir di daerah pantai.
Dapat menenggelamkan pulau-pulau da kota-kota besar
yang berada di tepi laut.
Meningkatkan penyebaran penyakit menular.
Curah hujan di daerah yang beriklim tropis akan lebih
tinggi dari normal
Tanah akan lebih cepat kering, walaupun sering terkena
hujan. Kekeringan akan mengakibatkan banyak tanaman
mati sehingga di beberapa tempat dapat mengalami
kekurangan makanan.
Akan terjadi angin besar di berbagai tempat.
Berpindahnya hewan ke daerah yang lebih dingin.
Musnahnya hewan dan tumbuhan, termasuk manusia yang
tidak mampu berpindah atau beradaptasi dengan suhu yang
lebih tinggi.
Meningkatnya suhu global juga diperkirakan akan
menyebabkan perubahan-perubahan lain, seperti
meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim
serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
5. PENIPISAN OZON DI LAPISAN STRATOSFER
Sejumlah senyawa polutan yang dapat menghancurkan
ozon sehingga jumlahnya berkurang adalah senyawa
yang mengandung unsur klorin (Cl) dan bromin (Br).
Contohnya adalah klorofluorokarbon (CFC), yang
berasal terutama dari aerosol, lemari pendingin dan
pendingin udara (AC).
Contoh senyawa lain adalah metil bromida yang dapat
ditemukan dalam pestisida dan metil kloroform serta
karbon tetraklorida yang banyak digunakan sebagaig
pelarut di industri.
Penipisan lapisan ozon menyebabkan sebagian besar
radiasi sinar UV terpancar ke permukaan bumi. Sinar
UV memiliki dampak yang buruk terhadap makhluk
hidup, diantaranya menimbulkan mutasi, kanker kulit,
penyakit pada tumbuhan, dan pada akhirnya
menurunkan populasi makhluk hidup. Penelitian
menunjukkan bahwa penuruna populasi fitoplankton
dan ikan-ikan di perairan antartika berhubungan
langsung dengan penipisan ozon tersebut.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment